Penulis: Doelrohim

Ngaji Posonan 2021 (ISLAM BERKEBUDAYAAN: Jalan Menemukan Diri Secara Kosmopolitan)

Ramadhan segera tiba, dan kita masih dalam suasana pandemi Covid-19 yang selama satu tahun terakhir telah mengguncang struktur kebudayaan dunia. Tatanan masyarakat yang sebelumnya dipaksa berubah cepat oleh arus budaya modern dengan hentakan teknologi informasinya menciptakan disrupsi di setiap sendi kehidupan, tiba-tiba terhenti kolaps sedemikian rupa. Sehingga patut kita pertanyakan, apakah pengetahuan, sikap dan cara hidup kita selama ini akan mengantarkan kita kepada tujuan hidup kemanusiaan kita yang sejati?. Pada moment yang demikian, agama yang sebenarnya memuat nilai dan energy untuk ikut serta mengurai segala persoalan dunia juga ikut tertatih-tatih mengikuti dinamika zaman yang melaju kencang ini.  Agama saat...

Baca lebih lajut

Pengantar Kitab Syiarussalikin (kitab Syekh Abdussomad Al-Falembani)

Kajian kitab-kitab ulama Nusantara memang tidak setenar dengan kajian kitab-kitab yang di tulis oleh kebanyakan ulama Timur Tengah. Jika kita lihat proporsi kajian kitab ulama Nusantara bisa dibilang masih sangat sedikit, dibanding dengan kajian kitab yang sudah mashur yang sering di kaji di banyak pesantren di Indonesia. Malam itu, dibimbing langsung oleh KH. Mas’ud Masduki Rois Syuriah PWNU DIY, di acara Ngaji Posonan Pesantren Kaliopak tahun 2019. Kita bersama mendapatkan kesempatan spesial mengkaji kitab salah satu ulama Nusantara Syekh Abdussomad Al-Falembani. Berikut ulasan pengantar kitab yang mensyarahi kitab Ihiya’ Ulummudin ini. Makna kitab Syiarussalikin adalah laku-laku bisa diartikan lelaku,...

Baca lebih lajut

Umar Kayam Melakukan Kritik dengan Karya Sastra

Siapa yang tidak mengenal Umar Kayam? Selain dikenal sebagai sosiolog terkemuka dari UGM, ia juga dikenal sebagai budayawan, kolumnis, dan novelis yang berpengaruh. Kita tahu novel-novelnya sering dianggap sebagai cermin ketidakpuasannya terhadap pendekatan sosiologis para ilmuwan pembedah kebudayaan Jawa. Yang paling terkenal, ia mengkritik Clifford Geertz yang secara serampangan mendikotomikan antara santri versus abangan dan priyayi versus wong cilik. Umar Kayam dikenal bangga dengan ke-abangan-an sekaligus keislamannya. Baginya, abangan merupakan manifestasi spiritualitas orang Jawa yang hebat. Karena itulah, konsep abangan tidak perlu dikaitkan dengan keberagamaan seseorang. Selain itu, menurutnya, abangan adalah sebuah produk transformasi sosial yang lembut dan tidak...

Baca lebih lajut

Sobat Ambyar dan Jalinan Solidaritas di Masa Pandemi

“Sobat Ambyar”, begitulah sebutan fans berat Pakdhé Didi Kempot yang beberapa hari lalu melakukan konser amal. Secara mengejutkan, konser berdurasi tiga jam tersebut mendulang uang sumbangan hampir lima miliar rupiah. Nilai uang yang tidak sedikit tentunya untuk sebuah konser amal. Apalagi konser ini diinisiasi langsung oleh seniman musik tradisional yang dalam setahun ini mendapat panggungnya kembali. Menggandeng salah satu televisi nasional, program konser amal yang secara langsung disiarkan dari rumah Didi Kempot di Solo ini mampu menyedot perhatian ribuan penonton “sobat ambyar” yang bisa dipastikan multi-kelas sosial ini. Mulai dari kelas sosial menengah bawah sampai kelas atas. Hal ini...

Baca lebih lajut

Memasak, Mengolah Rohani di Saat Pandemi

Di tengah wabah pandemi Covid-19 yang memaksa untuk berdiam di rumah membuat kita mencari aktivitas untuk menghibur diri. Aktivitas yang hanya itu-itu saja, dan kegiatan yang seringkali hanya berorientasi ke media sosial, malah membuat hari-hari kita semakin membosankan dan melelahkan. Biasanya memasak menjadi alternatif pilihan di tengah kondisi seperti ini. Namun, seringkali hati saya merasa prihatin ketika ada yang mengeluh dan mengatakan bahwa dirinya tidak bisa memasak. Apalagi dikatakan oleh seorang perempuan yang setelah menikah, dalam pikiran saya, mempunyai tanggung jawab penuh di dapur. Keprihatinan tersebut bukan saya maksudkan untuk merendahkan seorang perempuan tentunya. Tetapi,  saya curiga bahwa ketika...

Baca lebih lajut
  • 1
  • 2