Penulis: Eka Y Saputra

Onomastika Jalan-jalan di Jogja

Foto Straatbeeld, Jogjakarta koleksi Tropenmuseum. Salah satu cara praktis – meski tak selalu efektif – untuk mengenal sistem kultur masyarakat perkotaan secara umum adalah dengan menilik nama-nama jalan di daerah tempat tinggalnya. Misalnya, cukup dengan melihat papan nama bertuliskan “Jalan Batikan”, kita bisa sekilas mengimajinasikan kampung para perajin batik yang pada suatu masa pernah eksis di sekitar jalan tersebut, meskipun belum tentu masih bisa ditemukan saat ini. Dari imajinasi itu, kita boleh menerka bahwa kebiasaan masyarakat sekitar tentu lekat dengan kultur seni rupa yang akrab dengan simbol dan busana yang identik dengan kelas sosial. Pola pikir mereka cenderung lebih...

Baca lebih lajut

Lebih Mudah Daripada

lebih mudah mengeluh daripada mensyukuri lebih mudah menyakiti daripada menyembuhkan lebih mudah merusak daripada memperbaiki lebih mudah merobohkan daripada membangun lebih mudah mengabaikan daripada menjaga lebih mudah menghambat daripada melancarkan lebih mudah mengurangi daripada menambah lebih mudah menghentikan daripada menjalankan lebih mudah membuang daripada menyimpan lebih mudah merendahkan daripada meninggikan lebih mudah menghina daripada menghormati lebih mudah diam daripada bergerak lebih mudah mati daripada hidup lebih mudah menyesali daripada berhati-hati lebih mudah marah daripada bersabar lebih mudah jatuh daripada bangkit lebih mudah risau daripada gembira lebih mudah menangis daripada menghibur lebih mudah bersuara daripada menyuarakan lebih mudah memerintah daripada...

Baca lebih lajut

Menyiapkan Kemarin, Menyelesaikan Esok

Dari sekian banyak konsepsi mengenai waktu dalam ruang tiga dimensi, ada tiga model yang cukup familiar bagi saya. Ketiganya adalah: waktu linear, waktu siklikal, dan waktu paralel.Waktu linear sebagaimana sebuah perjalanan dengan titik permulaan nun dahulu kala dan titik tujuan pada kelak yang entah. Sedangkan kini adalah titik yang senantiasa bergeser dari dulu ke nanti. Konsepsi ini lazim dipakai oleh peradaban modern.Waktu siklikal, lekat dengan term Jawa cakra manggilingan, berputar layaknya roda atau arloji dengan pengulangan masa yang stabil. Masa kini telah pernah terjadi dahulu dan akan berlangsung lagi kelak. Konsepsi ini kemudian memunculkan periode pengulangan masa dengan pembagian...

Baca lebih lajut

Lockdown Lahir, (un)Lockdown Batin

Kira-kira pukul sepuluh malam pada Senin pertama bulan Juli 2018, dua orang ahli selam Britania Raya muncul dari permukaan air yang keruh. Mereka tiba di sebuah ceruk gua gelap gulita yang hanya beroleh sinar dari senter selam di tangan dan kepala, setelah menjelajah sedalam empat kilometer dari mulut gua yang banjir oleh luapan sungai bawah tanah.Di hadapan mereka nampak 12 orang anggota klub sepakbola remaja Celeng Liar dan seorang pelatih mereka. Tubuh-tubuh kurus dan lemah, mata-mata kuyu yang terlalu lama tak melihat cahaya. Tiga belas manusia malang itu telah ter-lockdown dalam pekat ceruk gua Tham Luang di ujung utara...

Baca lebih lajut