Penulis: Luqman Hakim Bruno

Nalar Kosmopolitan dan Identitas Kita di Era Ketidakpastian

Jika renaisans membangunkan akal manusia barat, fakultas rasa menemukan tempat dalam diri manusia timur. Bila ditarik lebih jauh pada filsafat Islam abad pertengahan, dunia barat mewarisi penyelidikan rasional (burhani) Ibnu Rusyd, sedang dunia muslim di timur mewarisi ilmu irfani yang dibawa para sufi. Peradaban barat yang rasional melahirkan teori, sistem, dan kebudayaan khasnya, begitu pula di timur yang memanifestasikan unsur-unsur rasa pada kebudayaan dan peradabannya.  Rona tasawuf yang begitu tajam membuat Dr. Fahruddin Faiz menyebut ada distingsi yang kentara antara filsafat asia timur (China, Jepang & Korea) dengan filsafat Nusantara. Bahwa di Nusantara hal-hal etik dan nilai kebijaksanaan tidak...

Baca lebih lajut

Menggunjing Mata Najwa

Beberapa waktu lalu saya menggunjing nama di atas yang semakin hari semakin gemar pamer sepatu. Awalnya saya dan teman-teman ngobrol terkait dunia medsos utamanya gelanggang youtube, mulai dari konten yang bagi kami benar-benar bermutu hingga yang viral berikut ‘rezim selera’ yang diterapkan platform tersebut dengan youtube analityc-nya. Semisal deretan fakta mengapa yang selalu trending konten-konten A dan sebangsanya, bukan konten B. Atau pertanyaan mengapa akhir-akhir ini konten yang bernuansa agama jarang sekali masuk jajaran teratas, padahal tahun-tahun lalu konten demikian langganan trending. Mengapa yg kerap trending kanal A dan konten sejenisnya? Najwa Shihab, sebagai salah seorang dibalik besarnya Narasi...

Baca lebih lajut

Setengah Empat Pagi

Ia terbangun tepat pukul setengah empat dini hari. Dengan tergopoh-gopoh ia bangun dan beranjak menuju dapur, dituangnya sayur ke dalam wajan untuk dipanaskan, dengan terburu-buru ia memecah telur satu persatu dan menuangkannya ke dalam mangkuk berisi bumbu. Suasana hening membuatnya heran, mengapa tak terdengar suara anak-anak yang keliling sambil memukuli ember dan kentongan, tak terdengar pula suara pak Nurhadi yang biasanya tadarus dengan pengeras suara masjid, sang suami juga belum bangun dari tidurnya, padahal biasanya tak lama setelah ia bangun suaminya ikut terbangun dan menemaninya memasak atau sekadar menghangatkan makanan untuk santap sahur. Ia heran sebab waktu imsak tiba...

Baca lebih lajut