Pernah kuberjalan di bentangan bukit sabana

Tempat aku sendiri bersama hingar bingar ilalang liar

Angin datang begitu keras menerpa,

Riuh gemuruh menggoncangkan langkah

Aku berlindung di sebatang pohon kanopi yang sendiri

Duduk terdiam di baliknya yang melawan arah angin

Terus melawan, dan bertahan

Aku terkuras, seterkuras-kurasnya.

Ke manakah gemuruh badai ini akan bersarang ?

Sampai kapankah ia di sini ?

Dan sampai kapankah ia pergi ?

Hidupku adalah jalan sunyi, dan sangsi

Pulanglah ke lembah napas itu,

Menjadi semilir yang menenangkan

(MA)