Rubrik: Fiksi

Berjalan di Bukit Sabana

Pernah kuberjalan di bentangan bukit sabana

Tempat aku sendiri bersama hingar bingar ilalang liar

Angin datang begitu keras menerpa,

Riuh gemuruh menggoncangkan langkah

Aku berlindung di sebatang pohon kanopi yang sendiri

Duduk terdiam di baliknya yang melawan arah angin

Terus melawan, dan bertahan

Aku terkuras, seterkuras-kurasnya.

Ke manakah gemuruh badai ini akan bersarang ?

Sampai kapankah ia di sini ?

Dan sampai kapankah ia pergi ?

Hidupku adalah jalan sunyi, dan sangsi

Pulanglah ke lembah napas itu,

Menjadi semilir yang menenangkan

(MA)

Mohammad Hagie

beragam berwarna, lestarilah tumbuhnya

Bagikan
Diterbitkan oleh
Mohammad Hagie

Terbaru

Etnografi yang Memihak: Belajar dari Bisri Effendy, Seorang Ulama Kebudayaan

Esai Syamsurijal – Peneliti Balai Litbang Agama Makassar, dimuat pertama kali di situs blamakassar.co.id tanggal…

3 minggu yang lalu

Kesurupan: Benarkah Kemasukan Jin?

Judul: Kesurupan: Benarkah Kemasukan Jin? Saya terperangah membaca ulasan menarik tentang kesurupan. Buku itu disusun…

4 bulan yang lalu

Chat Tono dan Tini tentang Guna Sastra

[13/5 14.09] Tini: Ton, apa guna sastra di tengah pandemi Corona? Begitulah. Tono merasa beku…

4 bulan yang lalu

Qurotul Ain (Syeh Yusuf al-Makassari) 5 – Kiai Jadul Maula

https://www.youtube.com/watch?v=91U3hmTpePQ

5 bulan yang lalu

Qurotul Ain (Syeh Yusuf al-Makassari) 4 – Kiai Jadul Maula

https://www.youtube.com/watch?v=xycQ_mzruLw

5 bulan yang lalu

Qurotul Ain (Syeh Yusuf al-Makassari) 3 – Kiai Jadul Maula

https://www.youtube.com/watch?v=t52hJyHD9-E

5 bulan yang lalu