Rubrik: Fiksi

Hujan Kemarau

Kau telah mengantarkanku pada musim hujan
deru angin yang bersorak-sorai kian kesana-kemari
gemuruh badai menggeliat mengoyak-koyak
terseok tak tersisa
melumatkan semua
menyisakan aliran sungai
mengantarkan pada laut

Dan kau telah membasuhku
atas segala dahaga kering
kemarau panjang pada malam bulan pelabuhan
semilir wangi purnama
menerawangkan cahayanya

Hening yang menyisakan sunyi
sepi samadi dini hari
kini, hanya kau dan aku
basuh membasuh
terbasuh
kembali
terbangun

(MA)

Mohammad Hagie

beragam berwarna, lestarilah tumbuhnya

Bagikan
Diterbitkan oleh
Mohammad Hagie

Terbaru

Etnografi yang Memihak: Belajar dari Bisri Effendy, Seorang Ulama Kebudayaan

Esai Syamsurijal – Peneliti Balai Litbang Agama Makassar, dimuat pertama kali di situs blamakassar.co.id tanggal…

3 minggu yang lalu

Kesurupan: Benarkah Kemasukan Jin?

Judul: Kesurupan: Benarkah Kemasukan Jin? Saya terperangah membaca ulasan menarik tentang kesurupan. Buku itu disusun…

4 bulan yang lalu

Chat Tono dan Tini tentang Guna Sastra

[13/5 14.09] Tini: Ton, apa guna sastra di tengah pandemi Corona? Begitulah. Tono merasa beku…

4 bulan yang lalu

Qurotul Ain (Syeh Yusuf al-Makassari) 5 – Kiai Jadul Maula

https://www.youtube.com/watch?v=91U3hmTpePQ

5 bulan yang lalu

Qurotul Ain (Syeh Yusuf al-Makassari) 4 – Kiai Jadul Maula

https://www.youtube.com/watch?v=xycQ_mzruLw

5 bulan yang lalu

Qurotul Ain (Syeh Yusuf al-Makassari) 3 – Kiai Jadul Maula

https://www.youtube.com/watch?v=t52hJyHD9-E

5 bulan yang lalu