Media Ceritasantri.id Ajak Santri Al Qodir Belajar Konten kreatif di Media Sosial

Meningkatnya arus perkembangan digital sekarang ini menjadi fakta yang tidak bisa kita tolak. Semua lapisan masyarakat tidak terkecuali para santri juga dituntut untuk beradaptasi dengan arus budaya baru ini. Dari hal itulah Pondok Pesantren Salafiyah Al Qodir Cangkringan Yogyakarta pada moment Hari Santri 2021 (20/10/2021) bekerja sama dengan tim Ceritasantri.id, dari Pondok Budaya Kaliopak Piyungan Yogyakarta adakan seminar untuk santri terkait pentingnya konten kreatif di media sosial bagi santri.
Seperti yang disampaikan oleh Eka Y Saputra salah satu tim Ceritasantri.id, bahwa menjadi santri hari ini harus bisa mengembangkan skill literasinya termasuk menulis di dalam platfom media sosial dan jejaring internet sebagai medium baru para santri berinteraksi hari ini. Selain itu, kecakapan literasi melalui skill menulis kreatif yang baik bagi santri ini juga penting digunakan sebagai ujung tombak dakwah Islamiah di hari ini.
“Santri al Qodir sudah memegang hp semua kan? maka tidak ada alasan lagi tidak menggunakan perangkat digital tersebut untuk mengembangkan diri untuk dakwah di media sosial,” ujar Eka yang juga menjadi fasilitator progam literasi digital Keminfo ini.
Pada acara tersebut Eka juga menyatakan bahwa arus baru media digital sebenarnya bisa menjadi wahana baru bagi santri untuk mengembangkan kreativitasnya dengan menulis atau membuat konten positif. Selain diterangkan terkait dasar-dasar perangkat digital dan bagaimana contoh-contohnya yang perlu dikembangkan oleh santri Al Qodir, seminar ini kemudian dilanjut dengan praktik langsung menulis oleh para santri untuk nanti tulisan terbaik dari beberapa santri akan dimuat di media Ceritasantri.id.
Ceritasantri.id sendiri merupakan media sastra santri di bawah naungan Pondok Pesantren Budaya Kaliopak. Media yang sudah berjalan hampir dua tahun ini, selama ini menjadi ruang kreatif bagi santri di seluruh Indonesia untuk mengembangkan skill literasi terutama tulis menulis dalam berbagai bentuk puisi, esai, dan cerpen.
Menurut Atif Titah Amituhu sebagai salah satu kurator naskah Ceritasantri.id menuturkan bahwa selama ini sudah banyak santri mengirimkan tulisannya di media ini. Dari berbagai tulisan yang ditampung, Ceritasantri.id ingin menjadi rumah bersama bagi seluruh Santri Indonesia untuk berkarya dan mengekspresikan suaranya dalam bentuk karya tulisan. Dari hal itu pelatihan atau workshop menulis seperti ini, tidak pertama kali ini dilakukan, karena sebelumnya sudah beberapa pesantren di Yogyakarta telah disambangi.

About the Author

You may also like these