Rubrik: Ulasan

Menjaga Kesehatan seperti Menjaga Kemanusiaan dan Hubungan

Kesehatan merupakan sebuah kebutuhan setiap makhluk yang tercipta di alam raya ini. Karena pada era ini kita semakin saling menyadari, jika kesehatan seseorang juga terbentuk atas kesehatan ruang yang dipilih sebagai tempat tinggal. Misalnya saja, beberapa saudara kita yang tinggal di perkampungan dengan ruang tinggal sempit, jumlah air bersih terbatas, dan kebutuhan nutrisi makanan kurang  tercukupi akan menjadi masalah bagi kesehatan meraka. Lalu Bagaimana kita bisa sehat jika berada di ruang yang kurang mendukung?

Saya akan coba menyampaikan sebuah pertanyaan. Siapa yang membentuk kesehatan manusia? Siapa yang berhak menyatakan bahwa manusia itu sehat atau tidak sehat? Lalu, apa itu penyakit itu? Mari sejenak menarik nafas. Saya tidak mempunyai jawaban dari pertanyaan tadi. Saya mencoba untuk belajar sebagaimana seorang anak yang merangkak dan berusaha berdiri tegak.

Dalam ruang lingkup pendidikan, lembaga, pengetahuan, kepentingan ekonomi dan politik mengenai kesehatan, kita tahu, bahwa kesehatan dipandang tidak hanya sebagai sehat jiwa raga tubuh manusia saja. Apakah benar jika apa yang disebut sebagai penyakit dapat diciptakan? Jika memang iya, apakah kesembuhan juga semudah bagaimana penyakit diciptakan? Jika saya pikir iya, kemudian permasalahannya bagaimana seseorang menanggapi  konsep kesehatan itu.

Jika kita sedang berkunjung ke sebuah rumah sakit, kemudian kita menemui pasien, pada status yang sama seorang pasien dengan mudah mendapat status Pengidap, Penderita, dan Pasien itu sendiri. Saya ingin bertanya, bagaimana sebuah rumah sakit membangun mental pasien untuk menjadi sehat? Atau, membangun sebuah kesadaran: kita semua layak untuk sehat–kesehatan adalah hak bersama. Apakah mungkin bisa seperti itu? Sangat, sangatlah mungkin. Namun apakah segala hal yang berhubungan dengan sistem manajemen, administrasi, merupakan tindak lanjut dari kepentingan ekonomi yang sedang dijalankan? Saya tidak tahu. Apakah tunjangan kesehatan benar-benar membuat seseorang percaya untuk terus sehat? Atau secara perlahan membangun pikiran di alam bawah sadar, jika bersiap untuk sakit, biaya kesehatan akan lebih sedikit?

Kembali pada bagian awal tulisan ini. Kesehatan seseorang memang menuntut lingkungan yang juga mendukung akan kesehatan itu sendiri. Karena kita juga dapat belajar, jika sebuah ruang yang kotor, tentu juga akan memantik kesehatan yang kurang seimbang pada manusia di dalamnya. Ruang yang Kotor tidak hanya dimaksud kotor secara fisik, namun juga bagaimana tingkat kebahagiaan dari ruang tinggal tersebut. Kesehatan ruang yang dimaksudkan di sini merupakan kesehatan sosial, bagaimana manusia ketika bergerumul menempati satu ruang dapat saling bahu membahu menstabilkan kesehatan ruang dengan kebahagiaan sosial tersebut.

Dengan demikian kita dapat percaya diri mengatakan jika kesehatan masyarakat merupakan tanggung jawab bersama, dan juga sebaliknya kesehatan seseorang juga menjadi tanggung jawab di mana lingkungan tempat kita tinggal. Dalam kesehatan, yang paling utama kita belajar mengenal pentingnya kemanusiaan. Bagaimana wujud kepedulian dan kasih sayang pada sesama merupakan bagian penting dalam menjaga kesehatan.

Sehat itu milik kita
Sehat itu hak kita
Sehat itu kita

Yuk saling menjaga kesehatan Kita. Seperti kamu menjaga hubungan Kita.

Mathori Brilyan

Sarjana seni teater dari Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Terbaru

Etnografi yang Memihak: Belajar dari Bisri Effendy, Seorang Ulama Kebudayaan

Esai Syamsurijal – Peneliti Balai Litbang Agama Makassar, dimuat pertama kali di situs blamakassar.co.id tanggal…

3 bulan yang lalu

Kesurupan: Benarkah Kemasukan Jin?

Judul: Kesurupan: Benarkah Kemasukan Jin? Saya terperangah membaca ulasan menarik tentang kesurupan. Buku itu disusun…

7 bulan yang lalu

Chat Tono dan Tini tentang Guna Sastra

[13/5 14.09] Tini: Ton, apa guna sastra di tengah pandemi Corona? Begitulah. Tono merasa beku…

7 bulan yang lalu

Qurotul Ain (Syeh Yusuf al-Makassari) 5 – Kiai Jadul Maula

https://www.youtube.com/watch?v=91U3hmTpePQ

7 bulan yang lalu

Qurotul Ain (Syeh Yusuf al-Makassari) 4 – Kiai Jadul Maula

https://www.youtube.com/watch?v=xycQ_mzruLw

7 bulan yang lalu

Qurotul Ain (Syeh Yusuf al-Makassari) 3 – Kiai Jadul Maula

https://www.youtube.com/watch?v=t52hJyHD9-E

7 bulan yang lalu